AKIO MORITA WITH SONY



Ia adalah seorang pencipta perusahaan sony. Dia menyukai olah raga golf sekaligus sebagai pengagum musikus Beethoven. Saking gandrung-nya pada musik, sampai-sampai di lapangan pun dia ingin bermain golf mendengarkan symphony kesembilan. “Saya membutuhkan alat kecil dengan pengeas suara,” kata Akio Morita pada anak didiknya. Tak lama kemudian terciptalah walkman.
Dia berusia sekitar enam puluh tahun kala itu, rambutnya putih, dan matanya hampir kuning. Akan tetapi ia nampak seperti berumur dua puluh tahun karena semangatnya yang tak kenal lelah. Rumahnya di daerah kedutaan di Tokyo. Bertingkat, dengan kebun dan sebuah kolam renang. Boleh dikata ia seorang bos Jepang yang sudah berorientasi ke Barat. Dia tak berkeberatan isterinya turut menjamu tamu dalam pakaian Barat, tetapi ia tetap menjalani hidup dengan sederhana dan kekeluargaan menurut tradisi. Setiap pagi, pukul delapan tepat, Akio Morita tiba di kantor. Ia selalu mengenakan seragam sama dengan yang dipakai oleh anak buahnya, meski pun jas luarnya buatan Inggris. Ini untuk menunjukkan semangat demokrasi yang menjiwai setiap perusahaan televisi berwarna pertama dan walkman pertama. Saat perusahaan sedang maju-majunya, ia mengekspor 70% produknya. “Pasaran kami adalah seluruh dunia,” katanya. Kemajuan teknologi Jepang didorong oleh semangat yang menyegerakan dengan penuh kesadaran dan rasa kebanggaan. Tidak sampai dua generasi untuk mewujudkan mukjizat ini. Sebelumnya, orang Barat mengejek, Jepang hanya bisa membuat sepeda yang roanya tidak bisa berputar an jam-jam yang tidak bisa dipercaya. Karikatur tahuntiga puluhan pernah gambar seorang pemburu menyandang sepucuk senapan, yang ketika picunya ditarik, larasnya menggembung. Capnya, made in Japan alias bikinan Jepang. Namun, tiba-tiba Jepang tergila-gila dengan perlombaan matematika dan fisika.ujian-ujian di berbagai universitas menjadi sangat berat dan terjadi persaingan mati-matian. Ini menghasilkan orang yang pandai. Di Pusat Peneliian Sony, jejak kaki para direktur yang sukses dicetak di atas tanah, seperti halnya jejak kaki para bintang Hollywood di studio MGM.
By: Aulia Fadhli

0 Response to "AKIO MORITA WITH SONY"

Posting Komentar